Category Archives: Kahirupan

Pencok Hiris

Pencok Hiris

Dua pekan lalu mendapat telpon dari teman lama sewaktu berkelana di Jakarta. Teman yang secara kebetulan berasal dari kawasan yang sama alias tetangga kampung.  Dia mengundang untuk hadir pada hajatan sunatan anaknya. Dan alhamdulillah bisa menyempatkan hadir pada waktunya, tepatnya satu minggu yang lalu.

Datang Kembali

Datang Kembali

Melanjutkan tulisan sebelumnya digubuk sebelah, mengenai jawaban atas tulisan sebelumnya disini. Dengan berteman segelas kopi hangat, mari… (drinking) sambil mendengarkan irama syahdu dari Si Cantik Paramitha Rusady yang berlabel “Kurang Kumaha” tea.  Jadi teringat salah-satu lagu lawasnya yang cukup easy listening tapi nuansanya tetap mengasyikan rasanya pantas dijadikan title ini tulisan, ketimbang mikir yang berat-berat untuk judul ya pakai yang pas saja deh, “Datang Kembali” karena baru sempat melanjutkan postingan sebelumnya (LOL)

Datang Kembali

By : Paramitha Rusady

Basa teh Ciciran Bangsa

Kumpulan Pupuh Sunda

Dari sedikit penglihatan mencoba menorehkan selintas pemikiran berkaitan dengan penggunaan bahasa daerah (Basa Sunda). Saat ini kepedulian masyarakat khususnya para remaja terhadap Bahasa Sunda mulai berkurang, kecenderungan ini tidak hanya terjadi pada komunitas masyarakat perkotaan, tetapi juga diperkampungan. Satu contoh saja penggunaan Bahasa Sunda dalam kehidupan sehari-hari dimana tempat saya menghirup udara rasanya terus berkurang terutama dikalangan remaja. Benar atau tidak, entahlah. Atau mungkin hanya perasaan saja. (thinking)

Banyak faktor yang sangat mempengaruhi kebiasaan/budaya berbahasa daerah tersebut, diantaranya banyaknya pendatang dari luar daerah dalam rangka mengenyam pendidikan atau sekedar mencari kerja sehingga secara tidak langsung menuntut untuk menggunakan bahasa persatuan yang dibutuhkan. Untuk alasan tersebut tentunya wajib dijunjung tinggi dan memang harus dilakukan dengan semestinya. Bagaimana pun bahasa persatuan menjadi alat yang vital diperlukan dalam bekomunikasi, entah itu bahasa nasional kita “Bahasa Indonesia” atau pun bahasa internasional “Bahasa Inggris”.

Asa Linglung

Asa Linglung

Sababaraha poe katukang sim kuring diajak ulin ngurilingan kota Bandung, Tapi bet pikaseurian kusabab eta babaturan nulain asli urang dieu leuwih apal seluk-beluk, bulak-belok jeung lebah manana tempat nu dituju. Asa linglung hik…

Asa Linglung!

Memang ku wanci kiwari mah lamun teu bisa nuturkeun jaman mah bener-bener katinggaleun pisan. Boh tina informasi atawa nu sejena akibat pesatna kamajuan teknologi. Hal eta bisa ditinggali dina parobahan-parobahan nu aya di sabudeureun tempat mondok moek nu taya lain nyaeta imah (ngaku-ngaku boga imah padahal henteu haha..).