Datang Kembali

Datang Kembali

Melanjutkan tulisan sebelumnya digubuk sebelah, mengenai jawaban atas tulisan sebelumnya disini. Dengan berteman segelas kopi hangat, mari… (drinking) sambil mendengarkan irama syahdu dari Si Cantik Paramitha Rusady yang berlabel “Kurang Kumaha” tea.  Jadi teringat salah-satu lagu lawasnya yang cukup easy listening tapi nuansanya tetap mengasyikan rasanya pantas dijadikan title ini tulisan, ketimbang mikir yang berat-berat untuk judul ya pakai yang pas saja deh, “Datang Kembali” karena baru sempat melanjutkan postingan sebelumnya (LOL)

Datang Kembali

By : Paramitha Rusady

Tak Pernah Kusangka
Dirimu Kan Datang Kembali
Sekian Lama Tak Pernah Kujumpa
Disaat Diriku Masih Sendiri
Ada Getaran Di Hatiku
Yang Kini Kurasakan
Dari Tatapan Matamu
Kasih
Membuat Diriku Melayang Jauh

Reff
Kaulah Harapan Dambaku
Kini Tlah Kau Bangkitkan Kembali
Gairah Cintaku
Yang Telah Lama Membeku
Oh Tuhan
Terima Kasihku Pada Mu
Kini Dia Tlah Hadir Kembali
Kan Kusambut Hari Esok
Kan Datang

Ops… malah lirik lagunya “Datang Kembali” yang ditulis kayak lagi kasmaran saja, tujuan utamanya kok belum, saking keasyikan sama lagunya (doh)

Ok, dilanjut… Selain dari menikmati udara yang segar tanpa asap kendaraan, adanya Car Free Day memberikan kenyamanan setiap pengunjungnya untuk bersantai sejenak meskipun dalam termin waktu kurang-lebih empat jam. Respon untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan ini dimanfaatkannya dengan berbagai kegiatan seperti Senam, lari pagi, bersepeda, bersepatu roda, atau hanya jalan-jalan santai dan tidak sedikit pula yang memanfaatkan kegiatan ini untuk bersantai bersama keluarga dan menikmati ruang terbuka bebas asap kendaraan. Adanya Car Free Day tentunya banyak yang setuju dengan catatan pihak pemerintah harus konsekuen dimana sepanjang Car Free Day harus benar-benar menjadi udara bersih jangan dipenuhi pedagang karena akan menimbulkan kekumuhan.

Kembali pada pernyataan jawaban tulisan sebelumnya yaitu, selain adanya beberapa kegiatan yang disebutkan diatas ternyata ada pamentasan budaya daerah “Kendang Penca” yang dijadikan sarana pendukung senam pagi. Selain itu diujung acara yang diadakan salah-satu stasiun radio lokal memberikan kesempatan kepada pengunjung yang ada untuk memberikan komentar mengenai adanya Car Free Day tersebut. Nah, hal tersebut yang dijadikan titik jawaban yang dimaksud. Lho, kok bisa? Jawabanya sangat tepat, karenma komentar yang dikeluarkan harus menggunakan bahasa daerah “Sunda”. Pada kunjungan pertama meberikan kesan yang mendalam sehingga berlanjut pada kunjungan berikutnya. Pada kunjungan kedua nampak “padungdung” dari sebuah paguyuban lengkap dengan Kuda Singanya “kukudaan” alias Singa Depok yang telah lama diketahui sebagai kesenian daerah Indonesia yang berasal dari Jawa Barat tepatnya kawasan Subang.Itulah sekelumit cerita lanjutan dari cerita sebelumnya. Semoga terus berlanjut dan semakin menyenangkan, GO CAR FREE DAY…!!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *