<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Naratas</title>
	<atom:link href="http://indrapermana.net/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://indrapermana.net</link>
	<description>Carita jeung paripolah sapopoe maturan lengkah nuturkeun indung suku</description>
	<lastBuildDate>Fri, 11 Feb 2011 23:44:18 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Jampe-Jampe Harupat</title>
		<link>http://indrapermana.net/eusi/jampe-jampe-harupat.html</link>
		<comments>http://indrapermana.net/eusi/jampe-jampe-harupat.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Feb 2011 13:39:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kidung]]></category>
		<category><![CDATA[Hariring]]></category>
		<category><![CDATA[Kawih]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indrapermana.net/?p=99</guid>
		<description><![CDATA[Hariring tengah peuting mun budak nyaring Lumayan keur mepees sora nu ngajelenging Jampe-jampe harupat Geura gede geura lumpat Sing jauh tina maksiat anaking Ngarah salamet akherat Jampe-jampe harupat Geura gede geura lumpat Susah senang omat sholat anaking Beunghar kade poho zakat]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hariring tengah peuting mun budak nyaring<br />
Lumayan keur mepees sora nu ngajelenging <img src='http://indrapermana.net/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/grin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' /> </p>
<p><em>Jampe-jampe harupat<br />
Geura gede geura lumpat<br />
Sing jauh tina maksiat anaking<br />
Ngarah salamet akherat</p>
<p>Jampe-jampe harupat<br />
Geura gede geura lumpat<br />
Susah senang omat sholat anaking<br />
Beunghar kade poho zakat</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indrapermana.net/eusi/jampe-jampe-harupat.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pencok Hiris</title>
		<link>http://indrapermana.net/eusi/pencok-hiris.html</link>
		<comments>http://indrapermana.net/eusi/pencok-hiris.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Jun 2010 18:51:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Botram]]></category>
		<category><![CDATA[Cajanus Cajan]]></category>
		<category><![CDATA[Hiris]]></category>
		<category><![CDATA[Kampung]]></category>
		<category><![CDATA[Pencok]]></category>
		<category><![CDATA[Rujak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indrapermana.net/?p=84</guid>
		<description><![CDATA[Dua pekan lalu mendapat telpon dari teman lama sewaktu berkelana di Jakarta. Teman yang secara kebetulan berasal dari kawasan yang sama alias tetangga kampung.  Dia mengundang untuk hadir pada hajatan sunatan anaknya. Dan alhamdulillah bisa menyempatkan hadir pada waktunya, tepatnya satu minggu yang lalu. Lama meninggalkan kampung halaman rasanya kangen akan menu yang sering ditemui [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://indrapermana.net/wp-content/uploads/Hiris.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-85" style="margin-left: 0px; margin-right: 10px;" title="Hiris" src="http://indrapermana.net/wp-content/uploads/Hiris-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Dua pekan lalu mendapat telpon dari teman lama sewaktu berkelana di Jakarta. Teman yang secara kebetulan berasal dari kawasan yang sama alias tetangga kampung.  Dia mengundang untuk hadir pada hajatan sunatan anaknya. Dan alhamdulillah bisa menyempatkan hadir pada waktunya, tepatnya satu minggu yang lalu.</p>
<p>Lama meninggalkan kampung halaman rasanya kangen akan menu yang sering ditemui saat tinggal di kampung, hidangan nasi merah yang masih ngebul, asin peda, sambal terasi dan lalapan. Meski berada dalam suasana hajatan yang tentunya penuh dengan sajian atau hidangan serba berlemak sedikitpun rasanya tidak menarik hati untuk menyantap hidangan tersebut. Disela-sela acara berlangsung, ngobrol &#8220;ngaler-ngidul&#8221; dengan kakaknya teman itu yang secara kebetulan pula sempat betemu saat Jakarta. Lalu dia mengundangnya untuk mampir kerumahnya yang letaknya hanya terhalang beberapa rumah saja. Dan siang harinya menyempatkan untuk bertamu.</p>
<p>Setiba dirumahnya, dia mengajak makan bersama, dia menawarkan menu-menu yang biasa ditemukan dikampung. Seperti disengaja memang menawarkan untuk makan dirumahnya, barangkali ia melihat saya kurang begitu tertarik dengan makanan yang tersaji ditempat adiknya yang lagi hajatan atau juga mungkin adiknya sempat memesan untuk itu karena sebelumnya sempat ngobrol ditelpon menceritakan kekangenan saya terhadap makanan kampung. Terhidang nampak jelas nasi merah, udang, sayur asam, sambal dan lalapan. Tapi tidak hanya itu, ia menawarkan untuk membuatkan rujak hiris. Sebagai orang Sunda tentu saja saya mengenal adanya Rujak Hiris atau Pencok hiris, yang bahan bakunya dari Kacang Hiris, Surawung (Kemangi), Cikur (Kencur), Cengek (Cabe Rawit), garam, gula ditambah sedikir terasi, dan bumbu selebihnya kurang begitu paham karena memang tidak pernah membuatnya sendiri. Dengan sumringah, tentu saja saya mengiyakan untuk makan bersama, apalagi ditawarkanya rujak hiris karena yang namanya rujak hiris tersebut cukup enak, apalagi dimakan saat cuaca panas di tengah hari. <img src='http://indrapermana.net/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/like_food.gif' alt='(mmm)' class='wp-smiley' /> <span id="more-84"></span></p>
<p>Sebenarnya di kota tempat saya tinggal pun terkadang masih ditemui pedagang Rujak Hiris meskipun hanya ada di satu-dua tempat saja seperti alu-alun atau sekitar Taman Sari. Sayangnya pedagang rujak atau pencok hiris yang ada tersebut menjual dagangan rujaknya sudah tidak lagi sesuai dengan Rujak Hiris sesungguhnya, dimana rujak hiris yang ada didominasi dengan Kacang Panjang, Kacang Hirisnya hanya sebagai pelengkap saja dengan alakadarnya.</p>
<p>Ternyata makanan sederhana dibawah ini lebih kuat menarik perhatian saya ketimbang satai dan gulai yang ada ditempat hajatan. Nampak tersaji dengan tempat yang sederhana pula seperti gambar dibawah ini; Rujak Hiris, Hampas Kecap atau Kacang Dameng, Udang, Timun muda dan Kerupuk Bangreng. Untuk yang terakhir &#8220;Kerupuk Bangreng&#8221; namanya ngarang sendiri karena memang tidak tahu nama sebenarnya, cuma itu kerupuk biasanya banyak dijual ketika ada pertunjukan hiburan seperti Bangreng atau Ronggeng. Dengan ikhlasnya tuh kakanya teman sengaja membelikan secara dadakan dari pasar terdekat. Ops&#8230; gak tahu ikhlas atau gak ya karena saya yang bertanya setelah melihat satu bungkus tergeletak dimeja makan.  <img src='http://indrapermana.net/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/laugh.gif' alt='(LOL)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><a href="http://indrapermana.net/wp-content/uploads/Rujak-Hiris.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-86 alignnone" title="Rujak Hiris" src="http://indrapermana.net/wp-content/uploads/Rujak-Hiris-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a><a href="http://indrapermana.net/wp-content/uploads/Hampas-Kecap.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-87" title="Hampas Kecap" src="http://indrapermana.net/wp-content/uploads/Hampas-Kecap-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a><a href="http://indrapermana.net/wp-content/uploads/Udang.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-88" title="Udang" src="http://indrapermana.net/wp-content/uploads/Udang-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a><a href="http://indrapermana.net/wp-content/uploads/Timun-Hutan.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-89" title="Timun Hutan" src="http://indrapermana.net/wp-content/uploads/Timun-Hutan-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a><a href="http://indrapermana.net/wp-content/uploads/Kerupuk-Bangreng.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-90" title="Kerupuk Bangreng" src="http://indrapermana.net/wp-content/uploads/Kerupuk-Bangreng-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a></p>
<p>Sambal Terasi dan lalapan lainya diabaikan karena ada Rujak Hiris.  <img src='http://indrapermana.net/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/laugh.gif' alt='(LOL)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indrapermana.net/eusi/pencok-hiris.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Datang Kembali</title>
		<link>http://indrapermana.net/eusi/datang-kembali.html</link>
		<comments>http://indrapermana.net/eusi/datang-kembali.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 May 2010 18:34:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Kidung]]></category>
		<category><![CDATA[Bandung]]></category>
		<category><![CDATA[Car Free Day]]></category>
		<category><![CDATA[Dago]]></category>
		<category><![CDATA[Jalan Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[Jalan-jalan]]></category>
		<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indrapermana.net/?p=74</guid>
		<description><![CDATA[Melanjutkan tulisan sebelumnya digubuk sebelah, mengenai jawaban atas tulisan sebelumnya disini. Dengan berteman segelas kopi hangat, yuk marii.. sambil mendengarkan irama syahdu dari Si Cantik Paramitha Rusady yang berlabel &#8220;Kurang Kumaha&#8221; tea. Jadi teringat salah-satu lagu lawasnya yang cukup easy listening tapi nuansanya tetap mengasyikan rasanya pantas dijadikan title ini tulisan, ketimbang mikir yang berat-berat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://indrapermana.net/wp-content/uploads/kips-001.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-81" style="margin: 0px 10px;" title="kips-001" src="http://indrapermana.net/wp-content/uploads/kips-001-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Melanjutkan tulisan sebelumnya <a href="http://kipsaint.com/isi/car-free-day-menghirup-udara-segar-dipagi-hari.html" target="_blank">digubuk sebelah</a>, mengenai jawaban atas <a href="http://indrapermana.net/eusi/basa-teh-ciciran-bangsa.html">tulisan sebelumnya</a> disini. Dengan berteman segelas kopi hangat, yuk marii.. <img src='http://indrapermana.net/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/drinking.gif' alt='(drinking)' class='wp-smiley' /> sambil mendengarkan irama syahdu dari Si Cantik Paramitha Rusady yang berlabel &#8220;Kurang Kumaha&#8221; tea. <img src='http://indrapermana.net/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/grin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' /> Jadi teringat salah-satu lagu lawasnya yang cukup <em>easy listening</em> tapi nuansanya tetap mengasyikan rasanya pantas dijadikan <em>titl</em>e ini tulisan, ketimbang mikir yang berat-berat untuk judul ya pakai yang pas saja deh, &#8220;Datang Kembali&#8221; karena baru sempat melanjutkan postingan sebelumnya. <img src='http://indrapermana.net/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/laugh.gif' alt='(LOL)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>&#8220;Datang Kembali&#8221;<br />
By : Paramitha Rusady</p>
<p><em>Tak Pernah Kusangka<br />
Dirimu Kan Datang Kembali<br />
Sekian Lama Tak Pernah Kujumpa<br />
Disaat Diriku Masih Sendiri<span id="more-74"></span><br />
Ada Getaran Di Hatiku</em> <em><br />
Yang Kini Kurasakan<br />
Dari Tatapan Matamu<br />
Kasih<br />
Membuat Diriku Melayang Jauh</em></p>
<p><em>Reff Paramitha Rusady</em> <em><br />
Kaulah Harapan Dambaku<br />
Kini Tlah Kau Bangkitkan Kembali<br />
Gairah Cintaku<br />
Yang Telah Lama Membeku<br />
Oh Tuhan<br />
Terima Kasihku Pada Mu<br />
Kini Dia Tlah Hadir Kembali<br />
Kan Kusambut Hari Esok<br />
Kan Datang</em></p>
<p>Ops&#8230; malah lirik lagunya yang ditulis kayak lagi kasmaran saja, tujuan utamanya kok belum, saking keasyikan sama lagunya <img src='http://indrapermana.net/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/doh.gif' alt='(doh)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Ok, dilanjut&#8230; Selain dari menikmati udara yang segar tanpa asap kendaraan, adanya <em>Car Free Day</em> memberikan kenyamanan setiap pengunjungnya untuk bersantai sejenak meskipun dalam termin waktu kurang-lebih empat jam. Respon untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan ini dimanfaatkannya dengan berbagai kegiatan seperti Senam, lari pagi, bersepeda, bersepatu roda, atau hanya jalan-jalan santai dan tidak sedikit pula yang memanfaatkan kegiatan ini untuk bersantai bersama keluarga dan menikmati ruang terbuka bebas asap kendaraan. Adanya <em>Car Free Day</em> tentunya banyak yang setuju dengan catatan pihak pemerintah harus konsekuen dimana sepanjang <em>Car Free Day</em> harus benar-benar menjadi udara bersih jangan dipenuhi pedagang karena akan menimbulkan kekumuhan.</p>
<p>Kembali pada pernyataan jawaban tulisan sebelumnya yaitu, selain adanya beberapa kegiatan yang disebutkan diatas ternyata ada pamentasan budaya daerah &#8220;Kendang Penca&#8221; yang dijadikan sarana pendukung senam pagi. Selain itu diujung acara yang diadakan salah-satu stasiun radio lokal memberikan kesempatan kepada pengunjung yang ada untuk memberikan komentar mengenai adanya <em>Car Free Day</em> tersebut. Nah, hal tersebut yang dijadikan titik jawaban yang dimaksud. Lho, kok bisa? Jawabanya sangat tepat, karenma komentar yang dikeluarkan harus menggunakan bahasa daerah &#8220;Sunda&#8221;. Pada kunjungan pertama meberikan kesan yang mendalam sehingga berlanjut pada kunjungan berikutnya. Pada kunjungan kedua nampak &#8220;padungdung&#8221; dari sebuah paguyuban lengkap dengan Kuda Singanya &#8220;kukudaan alias Singa Depok&#8221; yang telah lama diketahui sebagai kesenian daerah Indonesia yang berasal dari Jawa Barat tepatnya kawasan Subang.Itulah sekelumit cerita lanjutan dari cerita sebelumnya. Semoga terus berlanjut dan semakin menyenangkan, GO CAR FREE DAY…!!!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indrapermana.net/eusi/datang-kembali.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Basa teh Ciciran Bangsa</title>
		<link>http://indrapermana.net/eusi/basa-teh-ciciran-bangsa.html</link>
		<comments>http://indrapermana.net/eusi/basa-teh-ciciran-bangsa.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Apr 2010 02:15:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Bahasa]]></category>
		<category><![CDATA[Kasenian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indrapermana.net/?p=57</guid>
		<description><![CDATA[Dari sedikit penglihatan mencoba menorehkan selintas pemikiran berkaitan dengan penggunaan bahasa daerah (Basa Sunda). Saat ini kepedulian masyarakat khususnya para remaja terhadap Bahasa Sunda mulai berkurang, kecenderungan ini tidak hanya terjadi pada komunitas masyarakat perkotaan, tetapi juga diperkampungan. Satu contoh saja penggunaan Bahasa Sunda dalam kehidupan sehari-hari dimana tempat saya menghirup udara rasanya terus berkurang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://indrapermana.net/wp-content/uploads/Sinden.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-59" style="margin-left: 0px; margin-right: 10px;" title="Sinden" src="http://indrapermana.net/wp-content/uploads/Sinden-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Dari sedikit penglihatan mencoba menorehkan selintas pemikiran berkaitan dengan penggunaan bahasa daerah (Basa Sunda). Saat ini kepedulian masyarakat khususnya para remaja terhadap Bahasa Sunda mulai berkurang, kecenderungan ini tidak hanya terjadi pada komunitas masyarakat perkotaan, tetapi juga diperkampungan. Satu contoh saja penggunaan Bahasa Sunda dalam kehidupan sehari-hari dimana tempat saya menghirup udara rasanya terus berkurang terutama dikalangan remaja. Benar atau tidak, entahlah. Atau mungkin hanya perasaan saja. <img src='http://indrapermana.net/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/thinking.gif' alt='(thinking)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Banyak faktor yang sangat mempengaruhi kebiasaan/budaya berbahasa daerah tersebut, diantaranya banyaknya pendatang dari luar daerah dalam rangka mengenyam pendidikan atau sekedar mencari kerja sehingga secara tidak langsung menuntut untuk menggunakan bahasa persatuan yang dibutuhkan. Untuk alasan tersebut tentunya wajib dijunjung tinggi dan memang harus dilakukan dengan semestinya. Bagaimana pun bahasa persatuan menjadi alat yang vital diperlukan dalam bekomunikasi, entah itu bahasa nasional kita &#8220;Bahasa Indonesia&#8221; atau pun bahasa internasional &#8220;Bahasa Inggris&#8221;.<span id="more-57"></span></p>
<p>Diluar alasan tersebut sayangnya masih ada alasan yang kurang begitu tepat menurut saya pribadi, kurangnya rasa bangga terhadap bahasa ibu sendiri. Dimana tidak sedikit dalan satu keluarga yang jelas-jelas berasal dari daerah yang sama mulai tidak menggunakan bahasa daerahnya sendiri demi menyeimbangkan tren yang mungkin dianggapnya peningkatan gaya hidup. Kalau melihat dikalangan remaja seakan berkaitan dengan alasan &#8220;gengsi&#8221;, malu karena bahasanya tidak halus dan lain-lain. &#8220;<em>Alah bisa karena biasa</em>&#8221; mestinya dipahami, bagaimana bisa menggunakan bahasa yang halus kalau memang tidak dibiasakan menggunakanya. Betul gak? <img src='http://indrapermana.net/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/grin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Jika bahasa dipandang sebagai jati diri satu budaya, sudah barang tentu harus terus dilestarikan. Untuk memelihara penggunaan daerah daerah sebagai bahasa ibu, perlu langkah nyata mengenalkannya sejak dini, minimal dilingkungan sendiri atau peningkatan pembelajaran lebih dalam institusi pendidikan mungkin bisa lebih tepat lagi. Jangan sampai anak-anak lebih bangga menggunakan dan memanfaatkan bahasa yang kurang dibutuhkan dalam ruang lingkup tertentu daripada bahasa daerahnya sendiri dalam komunikasi.</p>
<p>Melestarikan bahasa daerah (Bahasa Sunda) tentunya dapat ditempuh dengan berbagai cara. Selain dengan menerapkan dalam kehidupan sehari-hari dapat juga dilakukan dengan berbagai ajang perlombaan yang bisa diselenggarakan oleh institusi pendidikan atau organisasi lainya. Seperti perlombaan dongeng, puisi, nyanyi atau kawih, pupuh, pembawa acara alias protokol, pidato, mengarang dan lain-lain. Melalui kegiatan seperti lomba tersebut memungkinkan masyarakat terutama para pelajar bisa mengetahui silsilah budaya yang ada di daerahnya masing-masing sehingga berujung pada rasa bangga akan bahasa ibunya sendiri.</p>
<p>Salah-satu photo jadul pamentasan budaya tradisional, dapet nemu dadakan nih <img src='http://indrapermana.net/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/laugh.gif' alt='(LOL)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><a href="http://indrapermana.net/wp-content/uploads/Rampak-Sekar.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-58" title="Rampak Sekar" src="http://indrapermana.net/wp-content/uploads/Rampak-Sekar.jpg" alt="" width="520" height="354" /></a></p>
<p>Berharap bahasa dan budaya daerah menjadi jati diri masyarakat yang senantiaasa  terus dibanggakan dan terpelihara. Selain sebagai pengikat tali silaturahmi dalam hubungan sosial, bahasa merupakan simbol identitas, harkat dan martabat bangsa sesuai dengan pribahasa sunda &#8220;basa teh ciciran bangsa&#8221; artinya bahasa merupakan identitas satu bangsa. Bagaimana dengan kalian?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indrapermana.net/eusi/basa-teh-ciciran-bangsa.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Disini</title>
		<link>http://indrapermana.net/eusi/disini.html</link>
		<comments>http://indrapermana.net/eusi/disini.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Feb 2010 02:37:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kahirupan]]></category>
		<category><![CDATA[Januari]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indrapermana.net/?p=7</guid>
		<description><![CDATA[Raga tanpa jurus terasa tandus, kerap rasa sering terbius karena sering manganggap diri tak becus, bukan dalam dagelan atau debus, yang dapat membalikan sorotan mata seolah terbungkus, tapi nyatanya memang harus demi sebuah pandangan lurus, berharap tidak terbawa arus. Bukan tak ingin berlari untuk menghindari, diri ibarat menapaki seutas tali yang tidaklah ahli, rasanya ngeri [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Raga tanpa jurus terasa tandus, kerap rasa sering terbius karena sering manganggap diri tak becus, bukan dalam dagelan atau debus, yang dapat membalikan sorotan mata seolah terbungkus, tapi nyatanya memang harus demi sebuah pandangan lurus, berharap tidak terbawa arus.</p>
<p>Bukan tak ingin berlari untuk menghindari, diri ibarat menapaki seutas tali yang tidaklah ahli, rasanya ngeri lantas butuh genggaman jemari. Jika boleh membela diri, semua itu pembelajaran yang terjadi, tapi nyatanya tak dapat dipungkiri, ketergantungan yang senantiasa merajai. &#8220;Sisa  januari&#8221;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indrapermana.net/eusi/disini.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>43</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hallo</title>
		<link>http://indrapermana.net/eusi/hallo.html</link>
		<comments>http://indrapermana.net/eusi/hallo.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Jan 2010 18:51:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indrapermana.net/?p=4</guid>
		<description><![CDATA[Ngeblog lagi euy. Domain baru, tempatnya juga baru. Silahkan jangan ragu kalau mau komentar]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ngeblog lagi euy.</p>
<p>Domain baru, tempatnya juga baru.</p>
<p>Silahkan jangan ragu kalau mau komentar <img src='http://indrapermana.net/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/grin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indrapermana.net/eusi/hallo.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nyingkur dilembur Batur</title>
		<link>http://indrapermana.net/eusi/nyingkur-dilembur-batur.html</link>
		<comments>http://indrapermana.net/eusi/nyingkur-dilembur-batur.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Jun 2009 14:28:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jalan-jalan]]></category>
		<category><![CDATA[Batur]]></category>
		<category><![CDATA[lembur]]></category>
		<category><![CDATA[Nyingkur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indrapermana.net/?p=10</guid>
		<description><![CDATA[Botram, nyingkur sadudulur dilembur batur nu aya diluhur gunung. Botram? Asana mah lain botram da teu mekel nanaon salain beuteung kosong Naha bet nyingkur? Kulantaran eta lembur ayana memang nyingcet ti dayeuh Ieu carita kalakonan sababaraha waktu katukang. Sim kuring, maseko sakulawargi, Chau, Elung, Soleh, Akber. Dimimitian ku kahayang hate ngumpul ngariung jeung dulur-dulur nu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://indrapermana.net/wp-content/uploads/Ngopi.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-11" style="margin-left: 10px; margin-right: 10px;" title="Ngopi" src="http://indrapermana.net/wp-content/uploads/Ngopi.jpg" alt="" width="130" height="97" /></a>Botram, nyingkur sadudulur dilembur batur nu aya diluhur gunung.  Botram? Asana mah lain botram da teu mekel nanaon salain beuteung kosong  <img src='http://indrapermana.net/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/grin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' /> Naha bet nyingkur? Kulantaran eta lembur  ayana memang nyingcet ti dayeuh <img src='http://indrapermana.net/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/laugh.gif' alt='(LOL)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Ieu carita kalakonan sababaraha waktu katukang. Sim kuring, <a href="http://maseko.com/" target="_blank">maseko</a> sakulawargi, Chau,  Elung, Soleh, Akber. Dimimitian ku kahayang hate ngumpul ngariung jeung  dulur-dulur nu biasa baheula kalakonan sanajan lain ditempat nu nyingkur  dilembur batur siga waktu mangkukna, katambah-tambah ku kasono  kadaharan nu biasa aya dipilemburan, ngebulna sangu nu haneut, seungitna  beuleum asin Peda, melenghirna sambel tarasi nu digoreng, empukna pais  lauk emas, segerna lalaban kaasup bauna peuteuy nu geus kakoncara  kamana-mana <img src='http://indrapermana.net/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/laugh.gif' alt='(LOL)' class='wp-smiley' /> Hanjalkalna mung teu aya sayuran, teu ninggali  hideungna hampas kecap, teu nyampakna sop buntut nu haneut (doh). <span id="more-10"></span><a href="http://indrapermana.net/wp-content/uploads/Ngariung.jpg"></a></p>
<p><a href="http://indrapermana.net/wp-content/uploads/Ngariung.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-12" style="margin-left: 10px; margin-right: 10px;" title="Ngariung" src="http://indrapermana.net/wp-content/uploads/Ngariung.jpg" alt="" width="130" height="97" /></a>Lembur nu yingkur, naratay ku  ngajajarna saung-saung leutik tempat pangjugjugan urang kota nu sono ka  hawa tur kadaharan lembur, taya lian eta tempat teh Punclut hmm…Disebut  Punclut sigana pedah eta tempat ayana diluhur gunung. Punclut sarua  jeung puncak, padahal nyatana mah eta tempat teh teu dipuncak gunung  pisan, cukup dijugjug kusababaraha menit oge nepi.</p>
<p>Nu lian mun ngajugjung ka eta tempat biasana jalan nuturkeun tanjakan  nu aya, jadi satepina di tempat tujuan ngarasa cape nu ngaakibatkeun  rasa lapar oge lumayan karasa, tungtungna ngarasa nikmat daharna. Lain  deungeun-deungeun lain kuring, da kuring mah tara kitu, masih keneh  nempel pamalesan ngagerakeun waragad teh, biasana langsung ngajugjug  katempat nu dituju tur langsung gek diuk, celebek dahar haha…</p>
<p>Sakali-kali mah sigana hayang deui ngajugjug kaditu. Tapi teu resep  oge ngajugjug kaditu ari nyorangan mah, kudu badami heula jeung  balad-balad atawa balarea sugan wae aya keneh nu mikasono kana kaayaan  alam tur kadaharan pilemburan kusabab keur jalma nu muja kana kadahareun  modern mah moal aya pikabitaeunnana <img src='http://indrapermana.net/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/grin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indrapermana.net/eusi/nyingkur-dilembur-batur.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nyukcrug Gunung Neang Tampian</title>
		<link>http://indrapermana.net/eusi/nyukcrug-gunung-neang-tampian.html</link>
		<comments>http://indrapermana.net/eusi/nyukcrug-gunung-neang-tampian.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 14 Jun 2009 14:37:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jalan-jalan]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung]]></category>
		<category><![CDATA[Neang]]></category>
		<category><![CDATA[Nyukcrug]]></category>
		<category><![CDATA[Tampian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indrapermana.net/?p=15</guid>
		<description><![CDATA[Ngan saukur carita si Bolang neangan tempat pareureuhan, keur mengparkeu sumpekna kahirupan di kota :-D  Teu pira nyatana mah, mung saukur ngajugjug hiji pilumburan nu sabudeureunana dikurilingan ku kebon enteh. Salaina ti kebon enteh eta oge eta tempat teh aya dihandapeun gunung nu masih keneh pinuh ku hejona tatangkalan. Kusabab kitu, pangaruhna hawa nu aya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://indrapermana.net/wp-content/uploads/Ngajugjug.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-16" style="margin-left: 10px; margin-right: 10px;" title="Ngajugjug" src="http://indrapermana.net/wp-content/uploads/Ngajugjug-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>Ngan saukur carita si Bolang neangan tempat pareureuhan, keur mengparkeu  sumpekna kahirupan di kota :-D  Teu pira nyatana mah, mung saukur  ngajugjug hiji pilumburan nu sabudeureunana dikurilingan ku kebon enteh.  Salaina ti kebon enteh eta oge eta tempat teh aya dihandapeun gunung nu  masih keneh pinuh ku hejona tatangkalan. Kusabab kitu, pangaruhna hawa  nu aya masih keneh seger. Pantesan wae jadi pangjugjugan nu lian oge da  kusabab hawana eta masih keneh karasa nyecepna.<span id="more-15"></span></p>
<p><a href="http://indrapermana.net/wp-content/uploads/Pareureuhan.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-17" title="Pareureuhan" src="http://indrapermana.net/wp-content/uploads/Pareureuhan-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p><a href="http://indrapermana.net/wp-content/uploads/Lukut-Hejo.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-18" title="Lukut Hejo" src="http://indrapermana.net/wp-content/uploads/Lukut-Hejo-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a><a href="http://indrapermana.net/wp-content/uploads/Sisi-Leuweung.jpg"></a></p>
<p><a href="http://indrapermana.net/wp-content/uploads/Sisi-Leuweung.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-19" title="Sisi Leuweung" src="http://indrapermana.net/wp-content/uploads/Sisi-Leuweung-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>Endahna alam nu masih karasa jeung kabawa-bawa dina pikiran, sanajan  mung saukur ngarasakeun sarintakan, eta teh bener-bener lain saukur  carita. Lembur leutik nu katinggali walagri sanajan jauh tina kamewahan  nunjukeun eta tempat adem tentrem, gemah ripah lohjinawi haha… (meureun  eta oge, da teu apal ari kahirupan sapopoe eta lembur) :-D  Mung saukur kirata, dikira-kira sugan  nyata :mrgreen:</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indrapermana.net/eusi/nyukcrug-gunung-neang-tampian.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Asa Linglung</title>
		<link>http://indrapermana.net/eusi/asa-linglung.html</link>
		<comments>http://indrapermana.net/eusi/asa-linglung.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 May 2009 14:46:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kahirupan]]></category>
		<category><![CDATA[Kota]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indrapermana.net/?p=21</guid>
		<description><![CDATA[Sababaraha poe katukang sim kuring diajak ulin ngurilingan kota Bandung, Tapi bet pikaseurian kusabab eta babaturan nulain asli urang dieu leuwih apal seluk-beluk, bulak-belok jeung lebah manana tempat nu dituju hik…. Memang ku wanci kiwari mah lamun teu bisa nuturkeun jaman mah bener-bener katinggaleun pisan. Boh tina informasi atawa nu sejena akibat pesatna kamajuan teknologi. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://indrapermana.net/wp-content/uploads/Ulin-Peuting.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-22" style="margin-left: 10px; margin-right: 10px;" title="Ulin Peuting" src="http://indrapermana.net/wp-content/uploads/Ulin-Peuting-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>Sababaraha poe katukang sim kuring diajak ulin ngurilingan kota  Bandung, Tapi bet pikaseurian kusabab eta babaturan nulain asli urang  dieu leuwih apal seluk-beluk, bulak-belok jeung lebah manana tempat nu  dituju hik….</p>
<p>Memang ku wanci kiwari mah lamun teu bisa nuturkeun jaman mah  bener-bener katinggaleun pisan. Boh tina informasi atawa nu sejena  akibat pesatna kamajuan teknologi. Hal eta bisa ditinggali dina  parobahan-parobahan nu aya di sabudeureun tempat mondok moek nu taya  lain nyaeta imah (ngaku-ngaku boga imah padahal henteu.  <img src='http://indrapermana.net/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/haha.gif' alt='(haha)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Nu sabenerna mah apal mah apal ketah kana tempat tujuan harita teh,  mung can pernah nincakeun suku ditempat eta ku ayeunakeun (baheula mah  nya kasebut sering oge tapi tacan robah sagala rupana) akibat ieu indung  suku hese pisan dilengkahkeunnana keur sakadar ulin ngaler ngidul,  bener-bener asa siga paribasa “beurat ku bujur” harese rek incah  kamana-mana. <span id="more-21"></span></p>
<p>Teu pira tujuan ka eta tempat teh mung sakadar rek lalajo, dahar  jeung ngopi asalna, tapi sanggeus rengse eta kabeh niat aya tambahanana;  “hayu urang jojorowokan” celetuk salah sahiji babaturan teh, nyebutkeun  ngahaleuang mah kurang pantes sigana da teu ahli kekek.. Ujung-ujungna  ulin nu diniatan sakeudeung teh jadi lumayan lilana oge, mimiti jam dua  beurang tungtungna nepi ka peuting ngan saukur lalajo, dahar, nongkrong  jeung nangkring di eta tempat. Kunaon bet asa linglung? Sanajan teu  wakca balaka (ngan saukur dina jero hate) sabenerna kuring pernah  ngarasakeun aya saeuting rasa kalinglung, asa tempat deungeun-deungen  kusabab geus lila tara ulin atawa nangkrang-nongkrong kitu heuheu…</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indrapermana.net/eusi/asa-linglung.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Undak-Usuk Basa Sunda</title>
		<link>http://indrapermana.net/eusi/undak-usuk-basa-sunda.html</link>
		<comments>http://indrapermana.net/eusi/undak-usuk-basa-sunda.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Feb 2009 10:37:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Basa]]></category>
		<category><![CDATA[Sunda]]></category>
		<category><![CDATA[Undak-Usuk]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indrapermana.net/?p=110</guid>
		<description><![CDATA[Belajar Basa Sunda Undak-usuk Basa Sunda Basa Loma Basa Lemes (Keur ka sorangan) Basa Lemes (Keur ka batur) Abus/Asup Lebet Lebet Acan/Tacan/Encan Teu acan Teu acan Adi Adi Rai/Rayi Ajang/Keur/Pikeun Kanggo Haturan Ajar Ajar Wulang/Wuruk Aji/Ngaji Ngaji Ngaos Akang Akang Engkang Aki Pun aki Tuang Eyang Aku/Ngaku Aku/Ngaku Angken/Ngangken Alo Pun alo Kapiputra Alus Sae [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Belajar Basa Sunda</p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="3" align="left">
<tbody>
<tr>
<th colspan="3">Undak-usuk Basa Sunda</th>
</tr>
<tr>
<th>Basa Loma</th>
<th>Basa Lemes (Keur ka sorangan)</th>
<th>Basa Lemes (Keur ka batur)</th>
</tr>
<tr>
<td>Abus/Asup</td>
<td>Lebet</td>
<td>Lebet</td>
</tr>
<tr>
<td>Acan/Tacan/Encan</td>
<td>Teu acan</td>
<td>Teu acan</td>
</tr>
<tr>
<td>Adi</td>
<td>Adi</td>
<td>Rai/Rayi</td>
</tr>
<tr>
<td>Ajang/Keur/Pikeun</td>
<td>Kanggo</td>
<td>Haturan</td>
</tr>
<tr>
<td>Ajar</td>
<td>Ajar</td>
<td>Wulang/Wuruk</td>
</tr>
<tr>
<td>Aji/Ngaji</td>
<td>Ngaji</td>
<td>Ngaos</td>
</tr>
<tr>
<td>Akang</td>
<td>Akang</td>
<td>Engkang</td>
</tr>
<tr>
<td>Aki</td>
<td>Pun aki</td>
<td>Tuang Eyang</td>
</tr>
<tr>
<td>Aku/Ngaku</td>
<td>Aku/Ngaku</td>
<td>Angken/Ngangken</td>
</tr>
<tr>
<td>Alo</td>
<td>Pun alo</td>
<td>Kapiputra</td>
</tr>
<tr>
<td>Alus</td>
<td>Sae</td>
<td>Sae</td>
</tr>
<tr>
<td>Ambeh/Supaya/Sangkan</td>
<td>Supados</td>
<td>Supados</td>
</tr>
<tr>
<td>Ambek</td>
<td>Ambek</td>
<td>Bendu</td>
</tr>
<tr>
<td>Ambeu/Ngambeu</td>
<td>Ngambeu</td>
<td>Ngambung</td>
</tr>
<tr>
<td>Amit/Amitan</td>
<td>Permios</td>
<td>Permios</td>
</tr>
<tr>
<td>Anggel</td>
<td>Bantal</td>
<td>Bantal/Kajang mastaka</td>
</tr>
<tr>
<td>Anggeus/Enggeus</td>
<td>Rengse</td>
<td>Parantos</td>
</tr>
<tr>
<td>Anjang/Nganjang</td>
<td>Ngadeuheus</td>
<td>Natamu</td>
</tr>
<tr>
<td>Anteur/Nganteur</td>
<td>Jajap/Ngajajapkeun</td>
<td>Nyarengan</td>
</tr>
<tr>
<td>Anti/Dago/Ngadagoan</td>
<td>Ngantosan</td>
<td>Ngantosan</td>
</tr>
<tr>
<td>Arek</td>
<td>Bade/Seja</td>
<td>Bade/Seja</td>
</tr>
<tr>
<td>Ari</td>
<td>Dupi</td>
<td>Dupi</td>
</tr>
<tr>
<td>Asa/Rarasaan</td>
<td>Raraosan</td>
<td>Raraosan</td>
</tr>
<tr>
<td>Asal</td>
<td>Kawit</td>
<td>Kawit</td>
</tr>
<tr>
<td>Aso/Ngaso</td>
<td>Ngaso</td>
<td>Leleson</td>
</tr>
<tr>
<td>Atawa</td>
<td>Atanapi</td>
<td>Atanapi</td>
</tr>
<tr>
<td>Atoh/Bungah</td>
<td>Bingah</td>
<td>Bingah</td>
</tr>
<tr>
<td>Awak</td>
<td>Awak</td>
<td>Salira</td>
</tr>
<tr>
<td>Awewe</td>
<td>Awewe</td>
<td>Istri</td>
</tr>
<tr>
<td>Babari/Gampang</td>
<td>Gampil</td>
<td>Gampil</td>
</tr>
<tr>
<td>Baca</td>
<td>Aos</td>
<td>Aos</td>
</tr>
<tr>
<td>Badami</td>
<td>Badanten</td>
<td>Badanten</td>
</tr>
<tr>
<td>Bae/Keun bae</td>
<td>Sawios/Teu sawios</td>
<td>Sawios/Teu sawios</td>
</tr>
<tr>
<td>Bagea</td>
<td>Bagea</td>
<td>Haturan</td>
</tr>
<tr>
<td>Baheula</td>
<td>Kapungkur</td>
<td>Kapungkur</td>
</tr>
<tr>
<td>Baju</td>
<td>Baju</td>
<td>Raksukan/Anggoan</td>
</tr>
<tr>
<td>Bakti</td>
<td>Baktos</td>
<td>Baktos</td>
</tr>
<tr>
<td>Balik/Mulang</td>
<td>Wangsul</td>
<td>Mulih</td>
</tr>
<tr>
<td>Balur</td>
<td>Balur</td>
<td>Lulur</td>
</tr>
<tr>
<td>Bangga</td>
<td>Sesah</td>
<td>Sesah</td>
</tr>
<tr>
<td>Bapa</td>
<td>Pun Bapa</td>
<td>Tuang Rama</td>
</tr>
<tr>
<td>Bareng/Reujeung</td>
<td>Sareng</td>
<td>Sareng</td>
</tr>
<tr>
<td>Bareto</td>
<td>Kapungkur</td>
<td>Kapungkur</td>
</tr>
<tr>
<td>Batuk</td>
<td>Batuk</td>
<td>Gohgoy</td>
</tr>
<tr>
<td>Batur</td>
<td>Babaturan</td>
<td>Rerencangan</td>
</tr>
<tr>
<td>Bawa</td>
<td>Bantun</td>
<td>Candak</td>
</tr>
<tr>
<td>Beak</td>
<td>Seep</td>
<td>Seep</td>
</tr>
<tr>
<td>Beda</td>
<td>Benten</td>
<td>Benten</td>
</tr>
<tr>
<td>Beja</td>
<td>Wawartos</td>
<td>Wawartos</td>
</tr>
<tr>
<td>Bener/Enya</td>
<td>Leres</td>
<td>Leres</td>
</tr>
<tr>
<td>Bengek/Mengi</td>
<td>Asma</td>
<td>Ampeg</td>
</tr>
<tr>
<td>Bere/Mere</td>
<td>Maparin/Masihan</td>
<td>Ngahaturaan/Ngaleler</td>
</tr>
<tr>
<td>Berekah</td>
<td>Pangesto/Pangestu</td>
<td>Damang/Wilujeng</td>
</tr>
<tr>
<td>Beuki</td>
<td>Seneng</td>
<td>Sedep</td>
</tr>
<tr>
<td>Beulah</td>
<td>Palih</td>
<td>Palih</td>
</tr>
<tr>
<td>Beuli/Meuli</td>
<td>Meser</td>
<td>Ngagaleuh</td>
</tr>
<tr>
<td>Beunang</td>
<td>Kenging</td>
<td>Kenging</td>
</tr>
<tr>
<td>Beungeut</td>
<td>Beungeut</td>
<td>Pameunteu/Raray</td>
</tr>
<tr>
<td>Beurang</td>
<td>Siang</td>
<td>Siang</td>
</tr>
<tr>
<td>Beurat</td>
<td>Abot</td>
<td>Abot</td>
</tr>
<tr>
<td>Beuteung</td>
<td>Padaharan</td>
<td>Patuangan/Lambut</td>
</tr>
<tr>
<td>Bibi</td>
<td>Pun bibi</td>
<td>Tuang bibi</td>
</tr>
<tr>
<td>Bikeun/Mikeun</td>
<td>Maparinkeun</td>
<td>Ngahaturkeun/Nyanggakeun</td>
</tr>
<tr>
<td>Bilang/Milang</td>
<td>Ngetang</td>
<td>Ngetang</td>
</tr>
<tr>
<td>Birit/Bujur</td>
<td>Birit/Bujur</td>
<td>Imbit</td>
</tr>
<tr>
<td>Bisa</td>
<td>Tiasa</td>
<td>Tiasa</td>
</tr>
<tr>
<td>Bisi</td>
<td>Bilih</td>
<td>Bilih</td>
</tr>
<tr>
<td>Biwir</td>
<td>Biwir</td>
<td>Lambey</td>
</tr>
<tr>
<td>Boa</td>
<td>Tiasa jadi</td>
<td>Tiasa jadi</td>
</tr>
<tr>
<td>Boga</td>
<td>Gaduh</td>
<td>Kagungan</td>
</tr>
<tr>
<td>Buang/Ngising</td>
<td>Miceun</td>
<td>Kabeuratan</td>
</tr>
<tr>
<td>Budak</td>
<td>Budak</td>
<td>Murangkalih</td>
</tr>
<tr>
<td>Bujal</td>
<td>Bujal/Puser</td>
<td>Udel</td>
</tr>
<tr>
<td>Buka puasa</td>
<td>Buka</td>
<td>Bobor</td>
</tr>
<tr>
<td>Bukti</td>
<td>Buktos</td>
<td>Buktos</td>
</tr>
<tr>
<td>Bulan</td>
<td>Sasih</td>
<td>Sasih</td>
</tr>
<tr>
<td>Bungah/Gumbira</td>
<td>Bingah</td>
<td>Bingah</td>
</tr>
<tr>
<td>Burit</td>
<td>Sonten</td>
<td>Sonten</td>
</tr>
<tr>
<td>Buru</td>
<td>Bujeng</td>
<td>Bujeng</td>
</tr>
<tr>
<td>Butuh</td>
<td>Perlu</td>
<td>Peryogi</td>
</tr>
<tr>
<td>Cabak/Nyabak</td>
<td>Nyabak</td>
<td>Cepeng</td>
</tr>
<tr>
<td>Cageur</td>
<td>Pangesto/Pangestu</td>
<td>Damang</td>
</tr>
<tr>
<td>Calana</td>
<td>Calana</td>
<td>Lancingan</td>
</tr>
<tr>
<td>Cangkeng</td>
<td>Cangkeng</td>
<td>Angkeng</td>
</tr>
<tr>
<td>Caram/Carek/Nyarek</td>
<td>Nyarek</td>
<td>Ngawagel</td>
</tr>
<tr>
<td>Carang/Langka</td>
<td>Awis</td>
<td>Awis</td>
</tr>
<tr>
<td>Carekan/Nyarekan</td>
<td>Nyarekan</td>
<td>Nyeuseulan</td>
</tr>
<tr>
<td>Carita/Nyarita/Ngomong</td>
<td>Nyanggem</td>
<td>Nyarios</td>
</tr>
<tr>
<td>Cenah</td>
<td>Cenah</td>
<td>Saurna</td>
</tr>
<tr>
<td>Cekel/Nyekel</td>
<td>Nyekel</td>
<td>Nyepeng</td>
</tr>
<tr>
<td>Celuk/Nyeluk/Gero/Ngageroan</td>
<td>Nyauran</td>
<td>Ngagentraan</td>
</tr>
<tr>
<td>Ceuli</td>
<td>Ceuli</td>
<td>Cepil</td>
</tr>
<tr>
<td>Ceurik</td>
<td>Ceurik</td>
<td>Nangis</td>
</tr>
<tr>
<td>Cicing</td>
<td>Matuh</td>
<td>Calik/Linggih</td>
</tr>
<tr>
<td>Ciduh</td>
<td>Ciduh</td>
<td>Ludah</td>
</tr>
<tr>
<td>Cik/Cing</td>
<td>Cobi</td>
<td>Cobi</td>
</tr>
<tr>
<td>Cikal</td>
<td>Cikal</td>
<td>Putra pangageungna</td>
</tr>
<tr>
<td>Ciling/Pacilingan</td>
<td>Kakus</td>
<td>Jamban</td>
</tr>
<tr>
<td>Ciri</td>
<td>Tanda</td>
<td>Tawis</td>
</tr>
<tr>
<td>Cium/Nyieum</td>
<td>Nyieum</td>
<td>Ngambung</td>
</tr>
<tr>
<td>Cokot/Nyokot</td>
<td>Ngabantun</td>
<td>Nyandak</td>
</tr>
<tr>
<td>Cukup/Mahi</td>
<td>Cekap</td>
<td>Cekap</td>
</tr>
<tr>
<td>Cukur/Dicukur</td>
<td>Dicukur</td>
<td>Diparas</td>
</tr>
<tr>
<td>Cunduk/Datang</td>
<td>Dongkap</td>
<td>Sumping/Rawuh</td>
</tr>
<tr>
<td>Daek</td>
<td>Daek/Purun</td>
<td>Kersa</td>
</tr>
<tr>
<td>Dagang</td>
<td>Dagang</td>
<td>Icalan</td>
</tr>
<tr>
<td>Dahar</td>
<td>Neda</td>
<td>Tuang</td>
</tr>
<tr>
<td>Dangdan</td>
<td>Dangdan</td>
<td>Dangdos</td>
</tr>
<tr>
<td>Dapur</td>
<td>Dapur</td>
<td>Pawon</td>
</tr>
<tr>
<td>Denge/Ngadenge</td>
<td>Nguping/Mireng</td>
<td>Ngadangu</td>
</tr>
<tr>
<td>Deukeut</td>
<td>Caket</td>
<td>Caket</td>
</tr>
<tr>
<td>Didik/Ngadidik</td>
<td>Ngatik</td>
<td>Miwuruk/Mitutur/Miwejang</td>
</tr>
<tr>
<td>Diri</td>
<td>Diri</td>
<td>Salira</td>
</tr>
<tr>
<td>Diuk</td>
<td>Diuk</td>
<td>Calik/Linggih</td>
</tr>
<tr>
<td>Duga/Kaduga</td>
<td>Kaduga</td>
<td>Kiat</td>
</tr>
<tr>
<td>Duit</td>
<td>Artos</td>
<td>Artos</td>
</tr>
<tr>
<td>Dumeh/Lantaran</td>
<td>Jalaran</td>
<td>Kumargi</td>
</tr>
<tr>
<td>Eling/Inget</td>
<td>Emut</td>
<td>Emut</td>
</tr>
<tr>
<td>Emboh/Tambah</td>
<td>Tambih</td>
<td>Tambih</td>
</tr>
<tr>
<td>Era</td>
<td>Isin</td>
<td>Lingsem</td>
</tr>
<tr>
<td>Embung</td>
<td>Alim</td>
<td>Teu kersa</td>
</tr>
<tr>
<td>Enggon</td>
<td>Pamondokan</td>
<td>Pangkuleman</td>
</tr>
<tr>
<td>Eukeur/Keur</td>
<td>Nuju</td>
<td>Nuju</td>
</tr>
<tr>
<td>Eusi/Ngeusian</td>
<td>Ngalebetan</td>
<td>Ngalebetan</td>
</tr>
<tr>
<td>Euweuh</td>
<td>Teu aya</td>
<td>Teu aya</td>
</tr>
<tr>
<td>Gancang</td>
<td>Enggal</td>
<td>Enggal</td>
</tr>
<tr>
<td>Ganti</td>
<td>Ganti</td>
<td>Gentos</td>
</tr>
<tr>
<td>Gardeng/Reregan</td>
<td>Gardeng</td>
<td>Lalangse</td>
</tr>
<tr>
<td>Gawe</td>
<td>Gawe</td>
<td>Damel</td>
</tr>
<tr>
<td>Gede</td>
<td>Gede</td>
<td>Ageung</td>
</tr>
<tr>
<td>Gelung</td>
<td>Gelung</td>
<td>Sanggul</td>
</tr>
<tr>
<td>Genah/Ngeunah</td>
<td>Raos</td>
<td>Raos</td>
</tr>
<tr>
<td>Gering</td>
<td>Udur</td>
<td>Teu damang</td>
</tr>
<tr>
<td>Getol</td>
<td>Getol</td>
<td>Kersaan</td>
</tr>
<tr>
<td>Geulang</td>
<td>Geulang</td>
<td>Pinggel</td>
</tr>
<tr>
<td>Geura/Pek/Heg</td>
<td>Geura/Mangga</td>
<td>Mangga</td>
</tr>
<tr>
<td>Geuwat</td>
<td>Enggal</td>
<td>Enggal</td>
</tr>
<tr>
<td>Gigir/Gigireun</td>
<td>Gigireun</td>
<td>Gedengeun</td>
</tr>
<tr>
<td>Gimir</td>
<td>Gimir</td>
<td>Rentag manah</td>
</tr>
<tr>
<td>Gogoda/Cocoba</td>
<td>Cocoba</td>
<td>Cocobi</td>
</tr>
<tr>
<td>Goreng</td>
<td>Goreng</td>
<td>Awon</td>
</tr>
<tr>
<td>Gugu/Ngagugu</td>
<td>Nurut</td>
<td>Tumut</td>
</tr>
<tr>
<td>Haben</td>
<td>Haben</td>
<td>Teras-terasan</td>
</tr>
<tr>
<td>Hadir/Ngahadiran</td>
<td>Nungkulan</td>
<td>Ngaluuhan</td>
</tr>
<tr>
<td>Hal/Perkara</td>
<td>Perkawis</td>
<td>Perkawis</td>
</tr>
<tr>
<td>Halis</td>
<td>Halis</td>
<td>Kening</td>
</tr>
<tr>
<td>Hampura/Maap</td>
<td>Hapunten</td>
<td>Hapunten/Haksama</td>
</tr>
<tr>
<td>Hareup</td>
<td>Payun</td>
<td>Payun</td>
</tr>
<tr>
<td>Harga</td>
<td>Harga</td>
<td>Pangaos</td>
</tr>
<tr>
<td>Harti</td>
<td>Hartos</td>
<td>Hartos</td>
</tr>
<tr>
<td>Hate</td>
<td>Hate</td>
<td>Manah</td>
</tr>
<tr>
<td>Hawatir/Watir/Karunya</td>
<td>Watir</td>
<td>Hawatos</td>
</tr>
<tr>
<td>Hayang</td>
<td>Hoyong</td>
<td>Palay</td>
</tr>
<tr>
<td>Helok</td>
<td>Heran</td>
<td>Hemeng</td>
</tr>
<tr>
<td>Hese/Susah/Pelik</td>
<td>Sesah</td>
<td>Sesah</td>
</tr>
<tr>
<td>Heuay</td>
<td>Heuay</td>
<td>Angob</td>
</tr>
<tr>
<td>Heubeul/Lawas</td>
<td>Heubeul</td>
<td>Lami</td>
</tr>
<tr>
<td>Heug/Seug</td>
<td>Mangga</td>
<td>Mangga</td>
</tr>
<tr>
<td>Hili/Tukeur</td>
<td>Liron</td>
<td>Gentos</td>
</tr>
<tr>
<td>Hirup</td>
<td>Hirup</td>
<td>Jumeneng</td>
</tr>
<tr>
<td>Hudang</td>
<td>Hudang</td>
<td>Gugah</td>
</tr>
<tr>
<td>Huntu</td>
<td>Huntu</td>
<td>Waos</td>
</tr>
<tr>
<td>Hutang</td>
<td>Hutang</td>
<td>Sambetan</td>
</tr>
<tr>
<td>Iber/Beja/Warta</td>
<td>Wartos</td>
<td>Wartos</td>
</tr>
<tr>
<td>Idin</td>
<td>Widi</td>
<td>Widi</td>
</tr>
<tr>
<td>Igel</td>
<td>Igel</td>
<td>Ibing</td>
</tr>
<tr>
<td>Iket</td>
<td>Totopong</td>
<td>Udeng</td>
</tr>
<tr>
<td>Ilik/Ngilikan</td>
<td>Ningalan</td>
<td>Ningalan</td>
</tr>
<tr>
<td>Ilu/Ngilu</td>
<td>Ngiring</td>
<td>Ngiring</td>
</tr>
<tr>
<td>Imah</td>
<td>Rorompok</td>
<td>Bumi</td>
</tr>
<tr>
<td>Impi/Ngimpi</td>
<td>Impen/Ngimpen</td>
<td>Impen/Ngimpen</td>
</tr>
<tr>
<td>Imut</td>
<td>Imut</td>
<td>Mesem</td>
</tr>
<tr>
<td>Incu</td>
<td>Pun incu</td>
<td>Tuang putu</td>
</tr>
<tr>
<td>Indit/Miang</td>
<td>Mios</td>
<td>Angkat/Jengkar</td>
</tr>
<tr>
<td>Indung</td>
<td>Pun biang</td>
<td>Tuang ibu</td>
</tr>
<tr>
<td>Inggis/Risi</td>
<td>Inggis/Risi</td>
<td>Rempan</td>
</tr>
<tr>
<td>Injeum/Nginjeum</td>
<td>Nambut</td>
<td>Nambut</td>
</tr>
<tr>
<td>Inum/Nginum</td>
<td>Leueut/Ngaleueut</td>
<td>Leueut/Ngaleueut</td>
</tr>
<tr>
<td>Irung</td>
<td>Irung</td>
<td>Pangambung</td>
</tr>
<tr>
<td>Isuk/Isukan</td>
<td>Enjing</td>
<td>Enjing</td>
</tr>
<tr>
<td>Itung</td>
<td>Itung</td>
<td>Etang</td>
</tr>
<tr>
<td>Iwal/Kajaba</td>
<td>Kajaba</td>
<td>Kajabi</td>
</tr>
<tr>
<td>Jaga</td>
<td>Jaga</td>
<td>Jagi</td>
</tr>
<tr>
<td>Jalma/Jelema</td>
<td>Jalmi</td>
<td>Jalmi</td>
</tr>
<tr>
<td>Jauh</td>
<td>Tebih</td>
<td>Tebih</td>
</tr>
<tr>
<td>Jawab</td>
<td>Walon</td>
<td>Waler</td>
</tr>
<tr>
<td>Jero</td>
<td>Lebet</td>
<td>Lebet</td>
</tr>
<tr>
<td>Jeung</td>
<td>Sareng</td>
<td>Sareng</td>
</tr>
<tr>
<td>Jiga</td>
<td>Jiga</td>
<td>Sapertos/Sakarupi</td>
</tr>
<tr>
<td>Jual</td>
<td>Ical</td>
<td>Ical</td>
</tr>
<tr>
<td>Jugjug</td>
<td>Bujeng</td>
<td>Bujeng</td>
</tr>
<tr>
<td>Juru/Ngajuru</td>
<td>Ngalahirkeun</td>
<td>Babar</td>
</tr>
<tr>
<td>Kabeh/Kabehanana</td>
<td>Sadayana</td>
<td>Sadayana</td>
</tr>
<tr>
<td>Kabur/Minggat</td>
<td>Minggat</td>
<td>Lolos</td>
</tr>
<tr>
<td>Kacida/Naker</td>
<td>Kalintang</td>
<td>Kalintang/Teu kinten</td>
</tr>
<tr>
<td>Kajeun/Keun bae</td>
<td>Sawios</td>
<td>Sawios</td>
</tr>
<tr>
<td>Kakara/Karek</td>
<td>Nembe</td>
<td>Nembe</td>
</tr>
<tr>
<td>Karembong</td>
<td>Kekemben</td>
<td>Kekemben</td>
</tr>
<tr>
<td>Kari/Tinggal</td>
<td>Kantun</td>
<td>Kantun</td>
</tr>
<tr>
<td>Kasakit/Nyeri</td>
<td>Kasakit/Kanyeri</td>
<td>Kasawat</td>
</tr>
<tr>
<td>Katara/Kaciri</td>
<td>Katawis</td>
<td>Katawis</td>
</tr>
<tr>
<td>Kapalang/Kagok</td>
<td>Kapambeng</td>
<td>Kapambeng</td>
</tr>
<tr>
<td>Kawas</td>
<td>Sapertos</td>
<td>Sapertos</td>
</tr>
<tr>
<td>Kawin</td>
<td>Nikah/Jatukrami</td>
<td>Jatukrami/Rendengan</td>
</tr>
<tr>
<td>Kede</td>
<td>Kenca</td>
<td>Kiwa</td>
</tr>
<tr>
<td>Kejo/Sangu</td>
<td>Sangu</td>
<td>Sangu</td>
</tr>
<tr>
<td>Kelek</td>
<td>Kelek</td>
<td>Ingkab</td>
</tr>
<tr>
<td>Kesang</td>
<td>Karinget</td>
<td>Karinget</td>
</tr>
<tr>
<td>Keur/Pikeun</td>
<td>Kanggo</td>
<td>Kanggo/Haturan</td>
</tr>
<tr>
<td>Kiih</td>
<td>Kahampangan</td>
<td>Kahampangan</td>
</tr>
<tr>
<td>Kolot</td>
<td>Kolot</td>
<td>Sepuh</td>
</tr>
<tr>
<td>Kongkorong</td>
<td>Kangkalung</td>
<td>Kangkalung</td>
</tr>
<tr>
<td>Kop/Pek</td>
<td>Mangga</td>
<td>Mangga</td>
</tr>
<tr>
<td>Kuat</td>
<td>Kiat</td>
<td>Kiat</td>
</tr>
<tr>
<td>Kudu</td>
<td>Kedah</td>
<td>Kedah</td>
</tr>
<tr>
<td>Kumbah</td>
<td>Kumbah</td>
<td>Wasuh</td>
</tr>
<tr>
<td>Kumis</td>
<td>Kumis</td>
<td>Rumbah</td>
</tr>
<tr>
<td>Kumpul</td>
<td>Kempel</td>
<td>Kempel</td>
</tr>
<tr>
<td>Kungsi</td>
<td>Kantos</td>
<td>Kantos</td>
</tr>
<tr>
<td>Kurang</td>
<td>Kirang</td>
<td>Kirang</td>
</tr>
<tr>
<td>Kuring/Simkuring</td>
<td>Abdi/Sim abdi</td>
<td>Sim abdi</td>
</tr>
<tr>
<td>Labuh</td>
<td>Labuh</td>
<td>Geubis</td>
</tr>
<tr>
<td>Lahun/Ngalahun</td>
<td>Ngalahun</td>
<td>Mangkon</td>
</tr>
<tr>
<td>Lain</td>
<td>Sanes</td>
<td>Sanes</td>
</tr>
<tr>
<td>Laju</td>
<td>Lajeng</td>
<td>Lajeng</td>
</tr>
<tr>
<td>Lalaki</td>
<td>Lalaki</td>
<td>Pameget</td>
</tr>
<tr>
<td>Laku/Payu/Laris</td>
<td>Pajeng</td>
<td>Pajeng</td>
</tr>
<tr>
<td>Lalajo</td>
<td>Nongton</td>
<td>Nongton</td>
</tr>
<tr>
<td>Lamun/Upama</td>
<td>Upami</td>
<td>Upami</td>
</tr>
<tr>
<td>Lanceuk</td>
<td>Pun lanceuk</td>
<td>Tuang raka</td>
</tr>
<tr>
<td>Lantaran/Sabab</td>
<td>Jalaran/Sabab</td>
<td>Margi</td>
</tr>
<tr>
<td>Leho</td>
<td>Leho</td>
<td>Umbel</td>
</tr>
<tr>
<td>Letah</td>
<td>Letah</td>
<td>Ilat</td>
</tr>
<tr>
<td>Leungeun</td>
<td>Leungeun</td>
<td>Panangan</td>
</tr>
<tr>
<td>Leungit</td>
<td>Leunit</td>
<td>Ical</td>
</tr>
<tr>
<td>Leutik</td>
<td>Alit</td>
<td>Alit</td>
</tr>
<tr>
<td>Leuwih</td>
<td>Langkung</td>
<td>Langkung</td>
</tr>
<tr>
<td>Lila</td>
<td>Lami</td>
<td>Lami</td>
</tr>
<tr>
<td>Mahal</td>
<td>Awis</td>
<td>Awis</td>
</tr>
<tr>
<td>Maksud</td>
<td>Maksad</td>
<td>Maksad</td>
</tr>
<tr>
<td>Malarat/Miskin</td>
<td>Jalmi teu gaduh</td>
<td>Teu kagungan nanaon</td>
</tr>
<tr>
<td>Malem</td>
<td>Wengi</td>
<td>Wengi</td>
</tr>
<tr>
<td>Malik</td>
<td>Malik</td>
<td>Mayun</td>
</tr>
<tr>
<td>Mamayu</td>
<td>Mamayu</td>
<td>Mamajeng</td>
</tr>
<tr>
<td>Mangka/Sing/Muga</td>
<td>Mugi</td>
<td>Mugi</td>
</tr>
<tr>
<td>Maot</td>
<td>Maot</td>
<td>Pupus/Ngantunkeun/Tilar dunya</td>
</tr>
<tr>
<td>Marhum</td>
<td>Marhum/Jenatna</td>
<td>Marhum/Suargi</td>
</tr>
<tr>
<td>Memeh/Samemehna</td>
<td>Sateuacanna</td>
<td>Sateuacanna</td>
</tr>
<tr>
<td>Mending/Leuwih hade</td>
<td>Langkung sae</td>
<td>Langkung sae</td>
</tr>
<tr>
<td>Meujeuhna</td>
<td>Meujeuhna</td>
<td>Cekap</td>
</tr>
<tr>
<td>Meueun</td>
<td>Panginten</td>
<td>Panginten</td>
</tr>
<tr>
<td>Mimimti/Mimitina</td>
<td>Kawitna</td>
<td>Kawitna</td>
</tr>
<tr>
<td>Minangka</td>
<td>Etang-etang</td>
<td>Etang-etang</td>
</tr>
<tr>
<td>Mindeng/Remen</td>
<td>Sering</td>
<td>Sering</td>
</tr>
<tr>
<td>Minyak</td>
<td>Lisah</td>
<td>Lisah</td>
</tr>
<tr>
<td>Muga</td>
<td>Mugi</td>
<td>Mugia</td>
</tr>
<tr>
<td>Mupakat/Rempug</td>
<td>Mupakat/Rempug</td>
<td>Rempug</td>
</tr>
<tr>
<td>Murah</td>
<td>Mirah</td>
<td>Mirah</td>
</tr>
<tr>
<td>Najan/Sanajan</td>
<td>Sanaos</td>
<td>Sanaos</td>
</tr>
<tr>
<td>Ngan</td>
<td>Mung</td>
<td>Mung</td>
</tr>
<tr>
<td>Ngaran</td>
<td>Wasta/Nami</td>
<td>Jenengan/Kakasih</td>
</tr>
<tr>
<td>Ngeunah</td>
<td>Ngeunah</td>
<td>Raos</td>
</tr>
<tr>
<td>Ngora</td>
<td>Ngora</td>
<td>Anom</td>
</tr>
<tr>
<td>Nini</td>
<td>Pun nini</td>
<td>Tuang eyang</td>
</tr>
<tr>
<td>Nyaho</td>
<td>Terang</td>
<td>Uninga</td>
</tr>
<tr>
<td>Nyaring</td>
<td>Nyaring</td>
<td>Teu acan kulem</td>
</tr>
<tr>
<td>Nyolowedor</td>
<td>Nyolowedor</td>
<td>Midua hate</td>
</tr>
<tr>
<td>Obat/Ubar</td>
<td>Obat/Ubar</td>
<td>Landong</td>
</tr>
<tr>
<td>Ogan/Ondang</td>
<td>Ondang</td>
<td>Ulem</td>
</tr>
<tr>
<td>Ome/Ngomean/Menerkeun</td>
<td>Ngalereskeun</td>
<td>Ngalereskeun</td>
</tr>
<tr>
<td>Paham</td>
<td>Paham,ngartso</td>
<td>Ngartos</td>
</tr>
<tr>
<td>Paju/Maju</td>
<td>Majeng</td>
<td>Majeng</td>
</tr>
<tr>
<td>Pake/Make</td>
<td>Nganggo</td>
<td>Nganggo</td>
</tr>
<tr>
<td>Palangsiang/Bisa jadi</td>
<td>Tiasa jadi</td>
<td>Tiasa jadi</td>
</tr>
<tr>
<td>Palire/Malire</td>
<td>Malire</td>
<td>Merhatoskeun</td>
</tr>
<tr>
<td>Pamajikan</td>
<td>Pun bojo</td>
<td>Tuang rayi</td>
</tr>
<tr>
<td>Pancuran/Kamar mandi</td>
<td>Jamban</td>
<td>Jamban</td>
</tr>
<tr>
<td>Pandeuri</td>
<td>Ti pengker</td>
<td>Ti pengker</td>
</tr>
<tr>
<td>Pang/Pangna/Nu matak</td>
<td>Nu mawi</td>
<td>Nu mawi</td>
</tr>
<tr>
<td>Panggih/Manggih/Nimu</td>
<td>Mendak</td>
<td>Mendak</td>
</tr>
<tr>
<td>Pangkat/Kadudukan</td>
<td>Kadudukan</td>
<td>Kalungguhan</td>
</tr>
<tr>
<td>Pangku/Mangku</td>
<td>Mangku</td>
<td>Mangkon</td>
</tr>
<tr>
<td>Panon</td>
<td>Panon</td>
<td>Soca</td>
</tr>
<tr>
<td>Pantar/Sapantar</td>
<td>Sapantar</td>
<td>Sayuswa</td>
</tr>
<tr>
<td>Paribasa</td>
<td>Paripaos</td>
<td>Paripaos</td>
</tr>
<tr>
<td>Pariksa/Mariksa</td>
<td>Mariksa</td>
<td>Marios</td>
</tr>
<tr>
<td>Parna</td>
<td>Repot</td>
<td>Wales</td>
</tr>
<tr>
<td>Paro/Saparo</td>
<td>Sapalih</td>
<td>Sapalih</td>
</tr>
<tr>
<td>Pasti/Tangtu</td>
<td>Tangtos</td>
<td>Tangtos</td>
</tr>
<tr>
<td>Pati/Teu pati</td>
<td>Teu patos</td>
<td>Teu patos</td>
</tr>
<tr>
<td>Patuh/Matuh</td>
<td>Matuh</td>
<td>Linggih</td>
</tr>
<tr>
<td>Payung</td>
<td>Payung</td>
<td>Pajeng</td>
</tr>
<tr>
<td>Pedah</td>
<td>Kumargi/Jalaran</td>
<td>Rehing</td>
</tr>
<tr>
<td>Penta/Menta</td>
<td>Neda/Nyuhunkeun</td>
<td>Mundut</td>
</tr>
<tr>
<td>Pecak/Mecak/Nyoba</td>
<td>Nyobi</td>
<td>Nyobi</td>
</tr>
<tr>
<td>Pencet/Mencetan</td>
<td>Meuseulan</td>
<td>Meuseulan</td>
</tr>
<tr>
<td>Percaya</td>
<td>Percanten</td>
<td>Percanten</td>
</tr>
<tr>
<td>Perlu</td>
<td>Perlu</td>
<td>Peryogi</td>
</tr>
<tr>
<td>Permisi</td>
<td>Permios</td>
<td>Permios</td>
</tr>
<tr>
<td>Peuting</td>
<td>Wengi</td>
<td>Wengi</td>
</tr>
<tr>
<td>Pihape/Mihape</td>
<td>Wiat</td>
<td>Ngaweweratan</td>
</tr>
<tr>
<td>Piker</td>
<td>Piker</td>
<td>Manah</td>
</tr>
<tr>
<td>Piligenti</td>
<td>Piligentos</td>
<td>Piligentos</td>
</tr>
<tr>
<td>Pindah</td>
<td>Pindah</td>
<td>Ngalih</td>
</tr>
<tr>
<td>Pingping</td>
<td>Pingping</td>
<td>Paha</td>
</tr>
<tr>
<td>Pipi</td>
<td>Pipi</td>
<td>Damis</td>
</tr>
<tr>
<td>Poe</td>
<td>Dinten</td>
<td>Dinten</td>
</tr>
<tr>
<td>Poho</td>
<td>Hilap</td>
<td>Lali</td>
</tr>
<tr>
<td>Popotongan</td>
<td>Patilasan</td>
<td>Patilasan</td>
</tr>
<tr>
<td>Puasa</td>
<td>Puasa</td>
<td>Saum</td>
</tr>
<tr>
<td>Puguh/Tangtu</td>
<td>Tangtos</td>
<td>Tangtos/Kantenan</td>
</tr>
<tr>
<td>Purun</td>
<td>Purun</td>
<td>Kersa</td>
</tr>
<tr>
<td>Rarabi</td>
<td>Rarabi</td>
<td>Garwaan</td>
</tr>
<tr>
<td>Raksa/Pangraksa</td>
<td>Pangraksa</td>
<td>Panangtayungan</td>
</tr>
<tr>
<td>Ramo</td>
<td>Ramo</td>
<td>Rema</td>
</tr>
<tr>
<td>Rampes</td>
<td>Mangga</td>
<td>Mangga</td>
</tr>
<tr>
<td>Rasa/Rumasa</td>
<td>Rumaos</td>
<td>Rumaos</td>
</tr>
<tr>
<td>Rea/Loba</td>
<td>Seueur</td>
<td>Seueur</td>
</tr>
<tr>
<td>Receh</td>
<td>Receh</td>
<td>Artos alit</td>
</tr>
<tr>
<td>Reujeung</td>
<td>Bareng</td>
<td>Sareng</td>
</tr>
<tr>
<td>Reuneuh</td>
<td>Kakandungan</td>
<td>Bobot/Ngandeg</td>
</tr>
<tr>
<td>Reureuh</td>
<td>Reureuh</td>
<td>Ngaso</td>
</tr>
<tr>
<td>Rieut</td>
<td>Rieut</td>
<td>Puyeng</td>
</tr>
<tr>
<td>Ripuh</td>
<td>Ripuh</td>
<td>Repot</td>
</tr>
<tr>
<td>Robah</td>
<td>Robah</td>
<td>Robih</td>
</tr>
<tr>
<td>Roko/Ududeun</td>
<td>Rokok</td>
<td>Sesepeun</td>
</tr>
<tr>
<td>Rua/Sarua</td>
<td>Sarupi/Sami</td>
<td>Sarupi/Sami</td>
</tr>
<tr>
<td>Rusuh/Rurusuhan</td>
<td>Enggal-enggalan</td>
<td>Enggal-enggalan</td>
</tr>
<tr>
<td>Saba/Nyaba</td>
<td>Nyanyabaan</td>
<td>Angkat-angkatan</td>
</tr>
<tr>
<td>Sabot</td>
<td>Keur waktu</td>
<td>Waktos</td>
</tr>
<tr>
<td>Sabuk/Beubeur</td>
<td>Beubeur</td>
<td>Beulitan</td>
</tr>
<tr>
<td>Sadia</td>
<td>Sayagi</td>
<td>Sayagi</td>
</tr>
<tr>
<td>Sakeudeung</td>
<td>Sakedap</td>
<td>Sakedap</td>
</tr>
<tr>
<td>Salah</td>
<td>Lepat</td>
<td>Lepat</td>
</tr>
<tr>
<td>Salahsaurang</td>
<td>Salahsawios</td>
<td>Salahsawios</td>
</tr>
<tr>
<td>Salaki</td>
<td>Pun lanceuk</td>
<td>Caroge/Tuang raka</td>
</tr>
<tr>
<td>Salamet</td>
<td>Salamet</td>
<td>Wilujeng</td>
</tr>
<tr>
<td>Salat/Solat</td>
<td>Sambeang</td>
<td>Netepan</td>
</tr>
<tr>
<td>Salesma</td>
<td>Salesma</td>
<td>Pileg</td>
</tr>
<tr>
<td>Salempang/Hariwang</td>
<td>Salempang</td>
<td>Salempang/Rajeg manah</td>
</tr>
<tr>
<td>Salin/Disalin</td>
<td>Disalin</td>
<td>Gentos</td>
</tr>
<tr>
<td>Samak</td>
<td>Amparan</td>
<td>Amparan</td>
</tr>
<tr>
<td>Sampak/Nyampak</td>
<td>Nyampak</td>
<td>Nyondong/Kasondong</td>
</tr>
<tr>
<td>Samping</td>
<td>Sinjang</td>
<td>Sinjang</td>
</tr>
<tr>
<td>Sanding/Kasanding</td>
<td>Kasanding</td>
<td>Kasumpingan</td>
</tr>
<tr>
<td>Sanggeus</td>
<td>Saparantos</td>
<td>Saparantos</td>
</tr>
<tr>
<td>Sanggup</td>
<td>Sanggem</td>
<td>Sanggem</td>
</tr>
<tr>
<td>Sare</td>
<td>Mondok</td>
<td>Kulem</td>
</tr>
<tr>
<td>Sarerea</td>
<td>Sadayana</td>
<td>Sadayana</td>
</tr>
<tr>
<td>Sarta/Jeungna deui</td>
<td>Sareng</td>
<td>Sareng</td>
</tr>
<tr>
<td>Sarua</td>
<td>Sami</td>
<td>Sami</td>
</tr>
<tr>
<td>Sasarap</td>
<td>Sasarap/Neda</td>
<td>Tuang</td>
</tr>
<tr>
<td>Sawah</td>
<td>Sawah</td>
<td>Serang</td>
</tr>
<tr>
<td>Sejen</td>
<td>Sejen</td>
<td>Sanes</td>
</tr>
<tr>
<td>Seleh/Nyelehkeun</td>
<td>Masrahkeun</td>
<td>Nyanggakeun/Ngahaturkeun</td>
</tr>
<tr>
<td>Selewer/Nyelewer</td>
<td>Midua hate</td>
<td>Midua manah</td>
</tr>
<tr>
<td>Semah</td>
<td>Tamu</td>
<td>Tamu</td>
</tr>
<tr>
<td>Sesa/Kari</td>
<td>Kantun</td>
<td>Kantun</td>
</tr>
<tr>
<td>Sebut</td>
<td>Sebat</td>
<td>Sebat</td>
</tr>
<tr>
<td>Serah/Nyerahkeun</td>
<td>Mirak</td>
<td>Mirak/Ngeser</td>
</tr>
<tr>
<td>Seubeuh</td>
<td>Sesek</td>
<td>Wareg</td>
</tr>
<tr>
<td>Seuri</td>
<td>Seuri</td>
<td>Gumujeng</td>
</tr>
<tr>
<td>Siar/Nyiar</td>
<td>Milari</td>
<td>Milari</td>
</tr>
<tr>
<td>Sibanyo</td>
<td>Sibanyo</td>
<td>Wawasuh</td>
</tr>
<tr>
<td>Sirah</td>
<td>Sirah</td>
<td>Mastaka</td>
</tr>
<tr>
<td>Sirit</td>
<td>Larangan</td>
<td>Larangan</td>
</tr>
<tr>
<td>Sisir</td>
<td>Pameres</td>
<td>Pameres</td>
</tr>
<tr>
<td>Soara, sora</td>
<td>Sora</td>
<td>Soanten</td>
</tr>
<tr>
<td>Sorangan</td>
<td>Sorangan</td>
<td>Nyalira</td>
</tr>
<tr>
<td>Sore</td>
<td>Sonten</td>
<td>Sonten</td>
</tr>
<tr>
<td>Sugan/Manawi</td>
<td>Manawi</td>
<td>Manawi</td>
</tr>
<tr>
<td>Suku</td>
<td>Suku</td>
<td>Sampean</td>
</tr>
<tr>
<td>Sunat/Nyunatan</td>
<td>Ngabersihan</td>
<td>Nyepitan</td>
</tr>
<tr>
<td>Sungut</td>
<td>Cangkem</td>
<td>Baham</td>
</tr>
<tr>
<td>Supaya</td>
<td>Supados</td>
<td>Supados</td>
</tr>
<tr>
<td>Surat</td>
<td>Serat</td>
<td>Serat/Tetesan</td>
</tr>
<tr>
<td>Suweng</td>
<td>Suweng</td>
<td>Kurabu/Gwang</td>
</tr>
<tr>
<td>Tabeat</td>
<td>Adat</td>
<td>Panganggo</td>
</tr>
<tr>
<td>Tadina</td>
<td>Kawitna</td>
<td>Kawitna</td>
</tr>
<tr>
<td>Tai</td>
<td>Kokotor</td>
<td>Kokotor</td>
</tr>
<tr>
<td>Taksir/Ngira</td>
<td>Nginten-nginten</td>
<td>Nginten-nginten</td>
</tr>
<tr>
<td>Taktak</td>
<td>Taktak</td>
<td>Taraju</td>
</tr>
<tr>
<td>Talatah</td>
<td>Wiat saur</td>
<td>Wiat saur</td>
</tr>
<tr>
<td>Tambah</td>
<td>Tambih</td>
<td>Wuwuh</td>
</tr>
<tr>
<td>Tampa</td>
<td>Tampi</td>
<td>Tampi</td>
</tr>
<tr>
<td>Tanda/Ciri</td>
<td>Tawis</td>
<td>Tawis</td>
</tr>
<tr>
<td>Tangen/Katangen</td>
<td>Kanyahoan</td>
<td>Kauninga</td>
</tr>
<tr>
<td>Tangtung/Nangtung</td>
<td>Nangtung</td>
<td>Ngadeg</td>
</tr>
<tr>
<td>Tanya</td>
<td>Taros</td>
<td>Pariksa</td>
</tr>
<tr>
<td>Tapi</td>
<td>Nanging</td>
<td>Nanging</td>
</tr>
<tr>
<td>Tarang</td>
<td>Tarang</td>
<td>Taar</td>
</tr>
<tr>
<td>Tarima</td>
<td>Tampi</td>
<td>Tampi</td>
</tr>
<tr>
<td>Tawar/Nawar</td>
<td>Nawis</td>
<td>Mundut</td>
</tr>
<tr>
<td>Tayoh-tayohna</td>
<td>Rupina</td>
<td>Rupina</td>
</tr>
<tr>
<td>Teang/Neangan</td>
<td>Milari</td>
<td>Milari</td>
</tr>
<tr>
<td>Tenjo/Nenjo/Nempo</td>
<td>Ningal</td>
<td>Ningali</td>
</tr>
<tr>
<td>Tepi</td>
<td>Dugi</td>
<td>Dugi</td>
</tr>
<tr>
<td>Tere</td>
<td>Tere</td>
<td>Kawalon</td>
</tr>
<tr>
<td>Tereh</td>
<td>Enggal</td>
<td>Enggal</td>
</tr>
<tr>
<td>Teleg/Teureuy</td>
<td>Teleg</td>
<td>Telen</td>
</tr>
<tr>
<td>Tembang/Nembang</td>
<td>Nembang</td>
<td>Mamaos</td>
</tr>
<tr>
<td>Tepi/Nepi</td>
<td>Dugi</td>
<td>Dugi</td>
</tr>
<tr>
<td>Tepung</td>
<td>Tepang</td>
<td>Tepang</td>
</tr>
<tr>
<td>Terus</td>
<td>Teras</td>
<td>Teras</td>
</tr>
<tr>
<td>Teundeun</td>
<td>Simpen</td>
<td>Simpen</td>
</tr>
<tr>
<td>Tincak</td>
<td>Tincak</td>
<td>Dampal</td>
</tr>
<tr>
<td>Titah/Nitah/Jurung</td>
<td>Ngajurungan</td>
<td>Miwarangan</td>
</tr>
<tr>
<td>Tonggong</td>
<td>Tonggong</td>
<td>Pungkur</td>
</tr>
<tr>
<td>Topi/Dudukuy</td>
<td>Topi/Dudukuy</td>
<td>Tudung/Langgukan</td>
</tr>
<tr>
<td>Tulis</td>
<td>Tulis</td>
<td>Serat</td>
</tr>
<tr>
<td>Tulung/Pitulung</td>
<td>Pitulung</td>
<td>Pitandang</td>
</tr>
<tr>
<td>Tulus</td>
<td>Cios</td>
<td>Cios</td>
</tr>
<tr>
<td>Tuluy</td>
<td>Teras/Lajeng</td>
<td>Teras/Lajeng</td>
</tr>
<tr>
<td>Tumpak</td>
<td>Tumpak</td>
<td>Tunggang</td>
</tr>
<tr>
<td>Tunggu</td>
<td>Antos</td>
<td>Antos</td>
</tr>
<tr>
<td>Turun</td>
<td>Turun</td>
<td>Lungsur</td>
</tr>
<tr>
<td>Ucap</td>
<td>Ucap</td>
<td>Kedal/Lisan</td>
</tr>
<tr>
<td>Ulah</td>
<td>Teu kenging</td>
<td>Teu kenging</td>
</tr>
<tr>
<td>Ulin</td>
<td>Ulin</td>
<td>Ameng</td>
</tr>
<tr>
<td>Umur</td>
<td>Umur</td>
<td>Yuswa</td>
</tr>
<tr>
<td>Urus/Nguruskeun</td>
<td>Ngalereskeun</td>
<td>Ngalereskeun</td>
</tr>
<tr>
<td>Urut</td>
<td>Tilas</td>
<td>Tilas</td>
</tr>
<tr>
<td>Utama</td>
<td>Utami</td>
<td>Utami</td>
</tr>
<tr>
<td>Waktu</td>
<td>Waktos</td>
<td>Waktos</td>
</tr>
<tr>
<td>Wani</td>
<td>Wantun</td>
<td>Wantun</td>
</tr>
<tr>
<td>Waras</td>
<td>Cageur</td>
<td>Damang</td>
</tr>
<tr>
<td>Wareh/Sawareh</td>
<td>Sapalih</td>
<td>Sapalih</td>
</tr>
<tr>
<td>Warga/Dulur</td>
<td>Wargi</td>
<td>Wargi</td>
</tr>
<tr>
<td>Watara/Sawatara</td>
<td>Sawatawis</td>
<td>Sawatawis</td>
</tr>
<tr>
<td>Wawuh</td>
<td>Wanoh/Kenal</td>
<td>Kenal</td>
</tr>
<tr>
<td>Wedak</td>
<td>Pupur</td>
<td>Pupur</td>
</tr>
<tr>
<td>Wedal</td>
<td>Wedal</td>
<td>Weton</td>
</tr>
<tr>
<td>Wilang/Kawilang</td>
<td>Kaetang</td>
<td>Kaetang</td>
</tr>
<tr>
<td>Wudu</td>
<td>Wulu/Wudu</td>
<td>Abdas</td>
</tr>
</tbody>
</table>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indrapermana.net/eusi/undak-usuk-basa-sunda.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Oleh-oleh ti Sumedang (Tahu &amp; Ubi Cilembu)</title>
		<link>http://indrapermana.net/eusi/oleh-oleh-ti-sumedang-tahu-ubi-cilembu.html</link>
		<comments>http://indrapermana.net/eusi/oleh-oleh-ti-sumedang-tahu-ubi-cilembu.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Jan 2009 14:52:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jalan-jalan]]></category>
		<category><![CDATA[Cilembu]]></category>
		<category><![CDATA[Sumedang]]></category>
		<category><![CDATA[Tahu]]></category>
		<category><![CDATA[Ubi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indrapermana.net/?p=26</guid>
		<description><![CDATA[Tahu Sumedang, salah sahiji katuangan ciri khas ti daerah Sumedang nu tos kakoncara dikampung tur dikota, sapertos badminton waenya hehe… Sasih-sasih kapengker keleresan sim kuring nincak deui daerah Sumeang, biasa upami nuju aya kererepet mah sok emut kulantaran sepuh mah ayeuna linggihna diditu. Saur beja duka ti saha-saha na mah, tapi sanes panginten ari beja [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://indrapermana.net/wp-content/uploads/Tahu-Sumedang.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-27" style="margin-left: 10px; margin-right: 10px;" title="Tahu Sumedang" src="http://indrapermana.net/wp-content/uploads/Tahu-Sumedang.jpg" alt="" width="130" height="98" /></a>Tahu Sumedang, salah sahiji katuangan ciri khas ti daerah Sumedang nu  tos kakoncara dikampung tur dikota, sapertos badminton waenya hehe…  Sasih-sasih kapengker keleresan sim kuring nincak deui daerah Sumeang,  biasa upami nuju aya kererepet mah sok emut kulantaran sepuh mah ayeuna  linggihna diditu. <img src='http://indrapermana.net/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/grin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Saur beja duka ti saha-saha na mah, tapi sanes panginten ari beja ti  jurig mah <img src='http://indrapermana.net/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/laugh.gif' alt='(LOL)' class='wp-smiley' /> carita asal muasalna tahu Sumedang teh  kawitna ti karajinan kulawarga Ongkino, nu ngarintis ide asalna kanggo  ngadamel Tou Fu (dari basa Tionghoa nu hartosna sami) nu lami-lami robih  nami janten “Tahu”. Tahun ka tahun, Ongkino sareng bojona nu dipika  deudeuh teras mayunan usahana dugi ka tahun 1917 putra samata wayangna  (Ong Bung Keng) nyusul ka tanah Sumedang. Saterasna Bung Keng neraskeun  usaha sepuhna dugi ka sepuhna milih balih deui ka lemah cai tanah  kalahiranna nyaeta di Hokkian, Republik Rakyat Cina. Ong Bung Keng,  putra tunggal Ongkino, neraskeun usaha warisan eta dugi tuntung hirupna  dina yuswa 92 tahun. Tah tidinya carita ngenaan nu ngarintis ngadamel  tahu Sumedang teh.<span id="more-26"></span></p>
<p><a href="http://indrapermana.net/wp-content/uploads/Ubi-Cilembu.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-28" style="margin-left: 10px; margin-right: 10px;" title="Ubi Cilembu" src="http://indrapermana.net/wp-content/uploads/Ubi-Cilembu.jpg" alt="" width="130" height="91" /></a>Salian tahu Sumedang, nu kasohor tuangeun nu tiasa dijantenkeun  oleh-oleh ti Sumedang aya deui nyaeta hui (Ubi) Cilembu, nu  ngajantenkeun remen bobos alias hitut tea sareng nu bakal ngajantenkeun  bauna eta saurna mah heuheu… Rasa tur ciri-cirina gaduh bedana ti  hui-hui sejenna. Hui Cilembu asalna nya ti daerah Cilembu Sumedang lah  kekek… Upami tos di pasak (dibeuleum ku open biasana) katinggalna jiih  tur jegang sapertos madu nu aya dina eta hui, pami di raosan amis pisan.  Saur beja oge, upami binih eta hui di pelak di tempat sanes hasilna  moal sami siga hui Cilembu, hasilna pasti sapertos hui nu biasa, hal eta  panginten nu janten daya tarik eta hui janten kakoncara sareng  mikaresep.</p>
<p>Panasaran ku tahu sareng hui Cilembu! Mangga dongkapan daerah  Sumedang, pasti mendakkan nu di pikahoyong <img src='http://indrapermana.net/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/grin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indrapermana.net/eusi/oleh-oleh-ti-sumedang-tahu-ubi-cilembu.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Uteuk jeung Otak</title>
		<link>http://indrapermana.net/eusi/uteuk-jeung-otak.html</link>
		<comments>http://indrapermana.net/eusi/uteuk-jeung-otak.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Dec 2008 14:59:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tabiat]]></category>
		<category><![CDATA[Otak]]></category>
		<category><![CDATA[Uteuk]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indrapermana.net/?p=30</guid>
		<description><![CDATA[Otak teh diteundeun dimana atuh, nepi teu ka uteukan kitu? Dua kecap eta (otak sareng uteuk) salaresna aya kakaitanna, malahan saleresna mah nyaeta-eta keneh hartosna. kecap-kecap eta teh biasana norojol kitu wae, biasa mucunghulna mun suasana urang keur gamblang, teu tiasa ngawujudkeun pamadegan urang sateuacanna kanggo ngaimbangan kaayaan nu dipiharep kunu lianna. Hal eta teh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Otak teh diteundeun dimana atuh, nepi teu ka uteukan kitu? Dua kecap  eta (otak sareng uteuk) salaresna aya kakaitanna, malahan saleresna mah  nyaeta-eta keneh hartosna.</p>
<p>kecap-kecap eta teh biasana norojol kitu wae, biasa mucunghulna mun  suasana urang keur gamblang, teu tiasa ngawujudkeun pamadegan urang  sateuacanna kanggo ngaimbangan kaayaan nu dipiharep kunu lianna. Hal eta  teh biasana malah ngajantenkeun kalinglung ka urangna tur nambah  kabingung, <img src='http://indrapermana.net/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/doh.gif' alt='(doh)' class='wp-smiley' /> eta pisan nu nuju kasorang di wanci kiwari ku sim kuring   teh. <img src='http://indrapermana.net/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/grin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' /> Kumargi kitu, ieu seratan teh cekap  sakieu heula, mung sakadar ngeusi wae ieu blog da makna na mah jelas teu  aya kekekek. Cag ah.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indrapermana.net/eusi/uteuk-jeung-otak.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

