Raga tanpa jurus terasa tandus, kerap rasa sering terbius karena sering manganggap diri tak becus, bukan dalam dagelan atau debus, yang dapat membalikan sorotan mata seolah terbungkus, tapi nyatanya memang harus demi sebuah pandangan lurus, berharap tidak terbawa arus.
Bukan tak ingin berlari untuk menghindari, diri ibarat menapaki seutas tali yang tidaklah ahli, rasanya ngeri lantas butuh genggaman jemari. Jika boleh membela diri, semua itu pembelajaran yang terjadi, tapi nyatanya tak dapat dipungkiri, ketergantungan yang senantiasa merajai. “Sisa januari”
















43 Users Response In This Post
ketergantungan……….????? mmmmm…… duka ah…… nu penting mah tetep sumangeut……ngeut…..ngeut…ngeut……. komo bari di ci kopi haneutan………
*heu heu heu*
Replyketika jalan harus ditempuh
Replydan kaki harus tetap melangkah
maka berhenti bukanlah jawaban
belajar dan belajar adalah harapan
harapan untuk bisa lebih memaknai
dan menikmati hidup yang diberikanNya
gutlak en sukses mang
Heuheu.. eta mah sesa-sesa sasih kapengker euy
Replyngga tau maksudnya neh om
Replyabsen dolo deh..
Ini tulisan asal posting aja kok hehe..
ReplyIkut komentar. Dah lama nggak komentar di kips. Di sini juga komentar ah.
Replylhaaaa
ini sama toh yang punya, dengan kips :mrgeen:
ahhh ini keren tulisannya
dalem !!
Replysetiap hal yang kita dapat dan lakukan astilah memiliki makna dan arti dalam kehidupan kita..!
Replykeren puisinya kang, mewakili sisa hati bulan januari ya…
Replyemang nyandu kunaon atuh, upami nyanduna kumargi nyaaha ka akalm teu nanaon etang-etang ngajaga kelestarianna
tapi upami ku hal sanes nau matak ngajerumuskeun kahade ah, lengkahna kan masih panjang
salam
Replysyair yang bagus :)
Replybagus kang…
Replylam kenal kang…
nuy ceritanya juzt posting ea maz ? kok q bingung heheheh
berkunjung dan ditunggu kunjungan baliknya lagi makasihh
Replyselamat datang di dunia blogging mas
Replyapalah arti tulisan ini?
maap ga mudeng
hahaha
Reply@Muji:
ReplyHehe… terima kasih
@queen:
ReplyHehe…. iya sama
@omagus:
ReplyAmin
@Mamah Aline:
ReplyCerminan suasana kali ya, tiba-tiba bisa buat puisi haha…
@Omiyan:
kumaha atuh
ReplyNyandu ku cai kopi tiasa ngajurumuskeun oge pangintenya
@webmaster informations:
ReplyMasih jauh dari kata bagus, cuma iseng kok
@fai_cong:
ReplySalam kenal juga, terima kasih telah berkunjung
@darahbiroe:
ReplyNah itu dia, just posting aja nih hehe
@achmad sholeh:
ReplyTerima kasih
@prof. helga:
ReplyAsal posting prof, namanya jg rumah baru
berkunjung aku ya
Replyheheh
malem2 gini,,,
rimanya mantab.. kayak gurindam lebih dari 4 baris…..
Replymaknanya dalam, malah bikin penasaran yg baca…
Puisinya bagus, tapi koq dibikin kayak paragraf biasa gitu.. jadi bingung menggalnya di mana
Reply@kyra.curapix:
Nongol malam2 jg gpp bebas bertamu kok, pintu selalu terbuka
@masichang:
Terima kasih ya dah bertamu
Gurindam ya
@dhodie:
ReplyMaklum masih pancaroba dhod, tapi ayeuna masih keneh ngecrek hujan
komen pertama saya nih di blog baru heheh
Reply@ridu:
ReplyWah senengnya kedatangan sahabat lagi
kade hilap, maosna kedah ngangge saykoji mode on…
Replytapi memang rada enakeun kang, kangge lyric rap… heheh…
@kidungjingga:
ReplyHaha… moal hilap ieu maosna bari gutak-gitek da
kunjungan pertama nih salam kenal
Reply@and1k:
ReplySama-sama, salam kenal
ketergantungan? masuk rehab gih
Reply@senny:
ReplyLagi proses
weeii sudah maret kang hayuk update lagi
ReplyIya, masih belum sempat wan
ReplyCakep euy…. pendek dan padat…
Replyrangkaian kata dan maknanya dalem banget. mantaabbb
ReplyApa iya? Asal nyeletuk aja kok
ReplyHehe… cuma iseng, bingung belum ada ide untuk ditorehkan
ReplyLeave A Reply Here